Macam Macam Tumbuhan dikotil
Tumbuhan dikotil merupakan tumbuhan yang
bijinya mempunyai dua daun lembaga. Ciri lain yang dimiliki tumbuhan
dikotil adalah mempunyai akar tunggang, batang bercabang dengan
ruas-ruas batang yang tidak tampak, daun mempunyai tulang daun menyirip
atau menjari dengan letak yang menyebar atau berkarang, bagian bunga
berjumlah 2, 4, 5, atau kelipatannya, serta mempunyai kambium dan berkas
pembuluh. Tumbuhan dikotil terdiri atas beberapa suku, antara lain,
suku kacang-kacangan, suku terung-terungan, suku jambu-jambuan, dan suku
jarak-jarakan.
a) Papillionaceae (suku kacang-kacangan)
Ciri-ciri suku kacang-kacangan adalah
bunganya yang berbentuk kupu-kupu yang terdiri atas lima mahkota
(bendera terdiri atas satu lembar daun mahkota, sayap terdiri atas dua
lembar daun mahkota, serta benang sari dua tongkol terdiri dari 10
helai, 1 helai terpisah dan 9 helai membentuk satu bekas), terdapat
bintil-bintil pada akarnya yang menjadi tempat hidup bakteri Rhizobium
radicula. bakteri ini dapat mengikat nitrogen yang dibutuhkan oleh
tumbuhan dan bentuk buahnya berupa buah polong.
Contoh tanaman yang termasuk dalam suku
ini adalah kacang hijau, kacang kedelai, dan kacang merah yang merupakan
sumber protein nabati. Kacang panjang, kecipir, dan buncis dapat
dimanfaatkan sebagai sayur-sayuran, angsana sebagai bahan bangunan,
orok-orok sebagai bahan pupuk hijau, dan dadap merah sebagai tanaman
hias.
b) Solanaceae (suku terung-terungan)
Ciri-ciri suku terung-terungan adalah
mahkota bunga berbentuk terompet atau bintang yang berjumlah lima buah,
memiliki kelopak, satu putik, dan lima benang sari. Buah terletak di
atas dasar bunga. Dinding
buah terdiri atas dua lapisan, yaitu
lapisan tipis dan lapisan dalam tebal yang berupa kotak buah dan di
dalam kotak ini terdapat banyak biji. Contoh tanaman yang termasuk suku
terung-terungan adalah tomat dan terung yang dimanfaatkan sebagai bahan
sayur- sayuran, cabai sebagai bumbu masak, tembakau sebagai bahan rokok,
dan kecubung sebagai bahan obat-obatan.
c) Euphorbiaceae (suku jarak-jarakan)
Suku jarak-jarakan juga sering disebut
suku getah-getahan. Suku ini mempunyai ciri, antara lain, batangnya
mengandung getah berwarna putih, tulang daun menjari, dan umumnya
mempunyai buah kotak. Contoh tanaman yang termasuk dalam suku ini adalah
jarak, karet, dan ubi kayu. Jarak (Ricinus communis) berfungsi sebagai
bahan pembuatan sabun, lilin, dan semir sepatu. Karet (Hevea
brasiliensis) yang getahnya dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan
ban, mainan anak, bola, sandal, dan produk lain. Umbi kayu (Manihot
utilissima), umbinya merupakan sumber makanan pokok yang banyak
mengandung karbohidrat dan tanaman tentir yang getahnya dapat digunakan
untuk obat luka.
d) Myrteceae (suku jambu-jambuan)
Suku jambu-jambuan ini merupakan
tumbuhan perdu. Letak daunnya berhadapan, makhota kecil dengan jumlah
benang sari yang banyak, dan buahnya berupa buah buni. Contoh tanaman
yang termasuk dalam suku ini adalah jambu biji, jambu air, cengkih,
salam, dan kayu putih. Jambu bermanfaat sebagai buah-buahan. Cengkih
bermanfaat sebagai bahan pembuat minyak cengkih. Salam, daunnya dapat
dimanfaatkan sebagai penyedap masakan. Kayu putih, daunnya dapat
dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan minyak kayu putih atau obat gosok.
e) Rosaeae
Suku ini antara lain beranggotakan bunga
mawar (Rosalia hibryda), apel (Malus silvestris), pir (Pyrus communis),
dan Arbai (Fragaria chiloensis).
f) Crusiferae
Suku ini antara lain beranggotakan kubis
(Brassica oleracea), sawi (B.rugosa), lobak (Raphanus sativus), dan
sawi tanah (Nasturtium heterophyllum).
Untuk lebih jelasnya, dapat kalian bedakan antara monokotil dan dikotil pada Tabel 8.1 berikut ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar